Latest Information
Ketika berhadapan dengan permasalahan machine learning timbul banyak pertanyaan “bagaimana cara mendapatkan model yang paling baik?”. Oleh karena itu, mengukur kinerja suatu model yang telah kita buat merupakan langkah penting dalam machine learning sehingga dapat menjadi pertimbangan untuk memilih model “terbaik”. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja suatu model khusunya kasus klasifikasi (supervised learning) pada machine learning adalah confusion matrix.
Saya berharap tulisan ini dapat membantu anda untuk lebih memahami tentang confusion matrix. Selamat membaca 😀

Apa itu confusion matrix dan mengapa kita memerlukan itu ?
Confusion matrix juga sering disebut error matrix. Pada dasarnya confusion matrix memberikan informasi perbandingan hasil klasifikasi yang dilakukan oleh sistem (model) dengan hasil klasifikasi sebenarnya. Confusion matrix berbentuk tabel matriks yang menggambarkan kinerja model klasifikasi pada serangkaian data uji yang nilai sebenarnya diketahui. Gambar dibawah ini merupakan confusion matrix dengan 4 kombinasi nilai prediksi dan nilai aktual yang berbeda. Perhatikan gambar dibawah ini:

Terdapat 4 istilah sebagai representasi hasil proses klasifikasi pada confusion matrix. Keempat istilah tersebut adalah True Positive (TP), True Negative (TN), False Positive (FP) dan False Negative (FN). Agar lebih mudah memahaminya, saya menggunakan contoh kasus sederhana untuk memprediksi seorang pasien menderita kanker atau tidak.